TANAH KAPLING DAN PROPERTI

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Anda mau beli rumah, villa, tanah, tempat berjualan atau pertokoan, bahkan villa bisa dicari di internet begitu banyaknya bermunculan di Internet untuk Denpasar saja, belum lagi kota-kota lain di Bali. Perkembangan bisnis properti ini mulai dari rekayasa sampai kepada perdagangannya tumbuh demikan pesat. Apakah hal ini yang menyebabkan inflasi properti di Bali adalah tertnggi di Indonesia? mungkin salah satunya, karena yang jelas adanya usaha untuk memasarkan segala jenis tanah dari yang datar, miring, bahkan curampun kelihatannya sudah ditawarkan. Kasihan leluhur kita yang dulu berjuang untuk memiliki tanah secara pribadi untuk diturunkan kepada anak cucu beliau. Pasti beliau-beliau itu menyesal jika masih bisa mengetahuinya.

Harga tanah di Bali mengalami kenaikan atau inflasi tertinggi di Indonesia sejak 2005, salah satu contohnya harga yang di tahun 2005 Rp 80.000.000/are menjadi Rp 450.000.000 di tahun ini ( 2015 ) jadi mengalami 600% kenaikan, bahkan di beberapa tempat di daerah Kuta, Sanur dan Nusa Dua ada yang sampai 800% kenaikannya. Cerita di jalanan mengatakan kenaikan ini disebabkan adanya pencucian uang besar-besaran di Bali. Namun tak akan lama lagi harga ini akan terjun bebas, sesuai hukum alam, bukan hukum ekonomi d sini, persis seperti kejadian di Jepang tahun 1996 yang telah banyak makan korban jiwa. Apakah penurunan drastis ini akan kembali seperti harga di tahun 2005 atau bahkan seperti di tahun 1995 yang waktu itu hanya Rp 7.500.000/are, kita tunggu saja mungkin sudah akan dimulai tahun 2017 atau lebih cepat melihat APBN yang selangit namun hanya untuk urusan konsumtif dan kemerosotan pemasukan pajak karena melemahnya perdagangan internasional yang akan memaksa pemerintah melakukan efisiensi dalam berbagai bidang. Tingginya harga tanah di Bali menyebabkan salah satunya kebutuhan akan rumah bagi masyarakat Bali akan sulit diwujudkan, karena tidak terkejar oleh pendapatannya. Sayangnya pengembang jenis apartemen di Denpasar belum juga ada, sehingga tumbuh rumah-rumah sewa yang diusahakan oleh pribadi-pribadi banyak sekali bertebaran di berbagai tempat di kota Denpasar, Kuta dan Nusa Dua. Jika anda mencari jasa properti misalnya usaha penyewaan rumah di internet tentunya hanya yang resmi saja muncul, tapi yang dibangun oleh pribadi tanpa mengikuti peraturan penyewaan akan sangat banyak.

daftar MC Pembawa Acara
daftar Penyewaan Alat Musik
daftar Penyelenggara Acara Pernikahan
daftar Even Organiser
daftar Jasa Properti
daftar Kursus Tari
daftar Kursus Massage
daftar Lesson Sekolah
daftar Lesson Bahasa Ingris
daftarCara susun paket tour

Usaha Jasa Lainnya

Salah satu bentuk usaha yang paling berkembang di Bali mungkin tidak ada yang lebih pesat dan hebat dibandingkan dengan jasa yang dikenal secara internasional sebagai service. Berbagai bentuk jasa dari yang paling kreatif sampai dengan yang berdampak kepada penjualan warisan leluhur seperti tanah. Bukan saja di daerah perkotaan yang memang wajar karena warganya kebanyakan sibuk dengan pekerjaannya sendiri, akan tetapi sudah merambah ke pedesaan yang boleh dikatakan di Bali tidak ada daerah yang terpencil lagi. Artinya hampir semua pemukiman sudah bisa dihubungkan dengan transportasi.

Di daerah-daerah urban jasa yang paling diminati banyak kalangan di tahun 1980an adalah jasa penjualan warisan leluhur seperti tukang kapling tanah untuk perumahan mulai dari yang tipe kecil sampai dengan ukuran yang lebih luas. Kegiatan ini sepertinya berkembang tanpa mendapat perhatian tta ruang terus bergulir tidak peduli jalur hijau atau jalur merah atau jalur tak berwarna. Petugas tata kota seperti kerbau dicook hidung.

Ada banyak juga pembicaraan mengenai jasa yang tak jelas yang ditawarkan secara sembunyi-sembunyi misalnya untuk menjadi pegawai tertentu atau jabatan tertentu, karena mereka ini tidak memasang papan nama atau tidak ada kartu nama pengusahanya, bahkan jasa tentang asmara. Kenapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya gampang karena jumlah penduduk bertambah dengan pesat, sedangkan kuwalitas rendah, lapangan kerja tidak berkembang.

Namun kita harus bersyukur juga karena banyak jasa yang dibangun dengan kreatifitas yang nyata dan wajar berdasarkan inteletualitas seperti yang terjadi di bidang seni tari, seni suara, seni gambar, seni patung, dan jasa wisata. Untuk Bali jasa-jasa ini sebenarnya sangat memberikan dukungan pertumbuhan ekonomi di Bali. Namun belakangan terjadi masalah dalam pariwisata persoalan ketertiban pelaku, keamanan, dan salah persepsi yang agak fatal. Dari penyimpangan-penyimpangan ini ada yang menyebabkan bisnis wisata menjadi kompetitif, dan ada juga yang menyebabkan tidak kompetitif bahkan mengancam kelangsungannya. Salah satu yang menyebabkan kehilangan daya saing nantinya adalah adanya pemahaman oleh pemerintah daerah bahwa obyek wisata adalah tujuan pengembangan ekonomi berbasis wisata bukannya diartikan sebagai pemicu pembangunan ekonomi.