KINTAMANI

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Ketenaran Kintamani sebagai obyek wisata alam sudah terpahat di berbagai negara di Dunia, bahkan ketika penulis naik di gunung Jung Frow, pegunuangan Alpen, ketemu berbagai wisatawan di sana mengatakan " anda kan punya yang lebih bagus namanya Kintamani, bahkan ada danaunya lagi" Banyak di antara mereka bahkan belum pernah ke Kintamani dan katanya mereka melihatnya dari video promosi agen-agen perjalanan di negaranya. Mendengar kata-kata mereka ada rasa bangga juga sambil menjelaskan bahwa di Indonesia banyak sekali ada pemandangan pegunungan yang sebagus Kintamani seperti Danau Toba, Bromo, dan Tangkuban Perahu. Selebihnya penulis katakan bahwa masih banyak lagi yang belum ada fasilitas wisatanya sehingga agak sulit untuk mencapainya.

Nama Kintamani sudah demikian terkenal di manca negara sejak tahun 1970an ketika pengunjung manca negara mulai mengeksplorasi tempat-tempat manarik sebagai salah satu kunjungan tetap dalam program-program perjalanan. Setiap wisatawan asing yang berkkunjung ke Bali tanpa melihat langsung Kintamani merasa sangat kekurangan. Tahukah anda bahwa Kintamani sudah menjadi daya tarik pendatang pada tahun 911 M. Hal ini tercatat dalam sebuah dokumen kerajaan Bali kuno yang ditulis di atas lembaran tembaga mengatakan bahwa banyak sekali biksu dan pendatang yang tiba di tempat tersebut, dan raja meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan tempat dan makan yang layak. Tapi sayangnya pusat kerajaan dan nama raja tidak pernah disebut dari demikian banyaknya dokumen yang ditemukan oleh para arkeolog. Pada dokumen kerajaan tersebut disebutkan nama desanya adalah Cintamani Mall. Empat puluh sembilan tahun kemudian ada dokumen yang mencatat bahwa ada raja Bali bernama Sri Chandrabhaya Singha Warmadewa, sebagai pengganti dari Sri Kesari Warmadewa. Prasasti Chandrabhaya ditemukan di daerah Tampak Siring dan diketahui sebagai pendiri dari Pura Tirta Empul, sedangkan Sri Kesari meninggalkan prasasti di Desa Sanur.

Lokasi Kintamani ini ada di tepi barat kaldera Batur dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut, dari Denpasar 62 km yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam tanpa singgah. Sebenarnya di tepi barat kaldera Batur ini ada 2 desa tradisional yang kalau dari Denpasar pertama wisatawan akan bertemu dengan desa Penelokan, dan sekitar 2 km naik ke utara sampailah di kota kecil Kintamani, dan jika diteruskan naik, sekitar 1.5 km terdapat sebuah pertigaan yang disebut dengan Penulisan. Sedangkan di bawah di tepi danau Batur ada sebuah desa kuno bernama Trunyan yang terkenal karena tradisi penguburannya. Di tepi barat Danau Batur terdapat beberapa sumber air panas yang oleh masyarakat lokal disulap menjadi kolam-kolam spa yang menarik, tapi sayangnya harganya yang sangat mahal untuk menikmati kolam dan spanya ini. Semua daerah ini berada di wilayah administrasi kecamatan Kintamani, kabupaten daerah tingkat II Bangli.

Daya tarik utamanya adalah pemandangan kaldera Batur dengan danau Baturnya yang jauh di bawah, dan gunung Batur yang ada di tengah-tengah kaldera yang kelihatan masih tumbuh sampai sekarang, walaupun aktivitasnya kelihatan tidak begitu banyak seperti sebelum tahun 1970an, namun asap kadang-kadang masih kelihatan mengepul dari kaldera Batur ini. Sepanjang bibir barat kaldera ini berjejer beberapa restoran bertaraf internasional dan dari sini wisatawan bisa menikmati keindahan panorama sambil makan siang.

Gunung Batur adalah obyek trekking paling favorit di Bali, karena di samping tidak terlalu berat pada pagi harinya pemandangannya demikian menawan, bisa dibandingkan dengan pemandangan di Danau Toba di tanah Batak.

Desa kuno Trunyan dengan tradisi penguburannya yang unik juga merupakan daya tarik yang tidak kalah penting di kaldera Batur ini yang lokasinya di pantai timur danau, sehingga untuk mencapai desa ini perlu naik perahu motor. Perahu motor ini paling besar berkapasitas 6 orang mampu mencapai desa Trunyan dalam waktu 45 menit dari desa tempat penyeberangan yaitu desa Kedisan di pantai barat danau. Desa ini mempunyai 3 jenis kuburan, yaitu kuburan orang yang meninggal normal karena usia, kuburan untuk yang meninggal tidak normal seperti kecelakaan, sakit aneh, dan sebagainya, dan terakhir adalah kuburan untuk bayi. Semua penguburan ini tidak diurug seperti Bali lainnya, tapi hanya ditaruh saja dan dikelilingi dengan potongan-potongan bambu yang disebut ancak. Anehnya tidak ada bahu sama sekali, sehingga orang Eropah sangat tergelitik untuk mengetahui penyebabnya dan semakin dikenal di Eropah. Banyak pendapat yang disampaikan mengenai tidak adanya bahu busuk sama sekali, salah satunya adalah karena ada pohon kemenyan yang besar yang menyerap bahu, karena udaranya yang dingin, karena diserap oleh air danau, dan sebagainya. Akan tetapi banyak yang mengagumi tradisi ini karena tidak membuat nisan permanen sehingga luas kuburan yang hanya sekitar 4 x 5 meter itu sudah ratusan tahun masih tetap tidak berubah.

Pura Pucak Penulisan yang letaknya paling utara dan lokasinya di puncak bukit yang sangat tinggi. Untuk mencapai puncak tersebut masyarakat membuat undagan sebanyak 250 langkah. Sebenarnya pura ini dibangun oleh masyarakat untuk memelihara peninggalan purba kala berupa berbagai patung padas kuno yang ditemukan di puncak bukit tersebut. Beberapa patung diketahui sebagai perwujudan dari raja Bali seperti Udayana Warmadewa dan salah satu raja putri yang disebut sebagai Betari Mandul. Pematungnya memahat namanya di balik patung di samping memuat tanggal bernama Empu Bga. Ini adalah fakta pertama bahwa konsep komunal bezit dari ciptaan seni di Bali nampaknya mendapat tantangan dari hak pribadi atau copy right.

Di sebelah timur dari Pucak Penulisan tersebut terdapat sebuah pura kuno yang bernama Balingkang dan sebuah klenteng Cina. Situs ini dihubungkan dengan raja Bali terakhir Sri Astasura yang memperistri putri Cina pada jaman dinasti Chung. Dan di Bali ada mitos tentang Barong Landung yang menggambarkan seorang tokoh tinggi besar warna gelap memperistri putri Cina yang putih dan mungil. Dokumen kerajaan terakhir yang ditemukan tentang raja ini bertahun Caka 1265 atau 1343 M, bertepatan dengan jatuhnya kerajaan Bali kuno ke tangan Mahapahit dan berdirinya kerjaan Bali tengah sampai jaman kemerdekaan 1945. Para arkeolog memperkirakan fakta tentang perkawinan raja Bali dengan putri Cina itu sangat besar memiliki kebenaran dengan ditunjang oleh kenyataan bahwa pura Balingkang itu berasal dari kata Cina Bali-kan, artinya orang besar, dan di sekitar Kintamani banyak sekali terdapat warga Cina yang sudah menyatu dengan masyarakat Bali namun tradisi mereka masih kelihatan. Fakta bahwa masyarakat Cina tertua di Bali hanya ditemukan di Kintamani. Sejak tahun 2015 ini Kintamani, dan obyek-obyek wisata di Kabupaten Bangli sangat mahal tanpa adanya jasa apapun. Contoh Kintamani Rp 15.000 untuk WNI, dan Rp 30.000 untuk WNA, bahkan sebuah pura namanya pura Batur sebelum kota Kintamani dikelola oleh PT dengan karcis masuk Rp 35.000. Di samping itu ada banyak punggutan di daerah ini sebaiknya jika anda bawa tamu konsultasi dulu dengan perusahan jasa perjalanan agar memahami dengan baik.

Paket overland Jawa-Bali Overland

Pilihan paket liburan ke Bali ini benar-benar didasarkan pada anggaran yang paling murah. Untuk program wisata grup di bawah inidipilihkan hotel-hotel yang bersifat hotel kota ( city hotel ) untuk kelas melati di kota Denpasar, namun secara kualitas kondisi kamarnya cukup baik atau standard untuk wisatawan Nusantara.

Wisata Rekreasi Bali Obyek Wisata Buatan

Khusus untuk Bali yang merupakan salah satu tujuan wisata populer dunia maupun lokal telah mampu menawarkan fasilitas wisata yang paling lengkap dengan berbagai paket tour. Semenjak tahun 2000 telah dimulai penawaran yang namanya paket liburan murah atau wisata murah walaupun sebenarnya tidak murah benar akan tetapi akan disesuaikan dengan kondisi harga masing-masing.

TulambenTulamben
pantai Blue Pointpantai Suluban
Kebun Raya BedugulMenjangan