PURA BATUKARU

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Salah satu obyek wisata pura yang cukup banyak peminatnya adalah Pura Batukaru, terutama orang Belanda dan Jerman. Tour ini merupakan paket yang membawa wisatawan mengunjungi Alas Kedaton, Jatiluwih, dan Pura Batukaru. Ada juga yang menggabungkan kunjungan ini dengan paket tour ke Bedugul, walaupun agak sedikit lebih panjang waktu tournya.

Lokasi Batukaru

Pura Batukaru berlokasi di kaki gunung Batukaru, sekitar 2 km dari Desa Wangaya Gede, sekitar 45 km dari kota Denpasar. Jalan menuju ke pura ini sangat bagus, walaupun agak menanjak mendekati desa Wangaya Gede tersebut, dan melalui jalur terdekat adalah melalui kota Tabanan menuju desa Penatahan yang dikenal dengan sumber air panasnya, dan langung ke pura.

Pura BatukaruLokasinya yang berada di kaki gunung dan di dalam hutan, walaupun tidak jauh dari perladangan petani di desa Wangaya Gede, memberikan pemandangan yang indah, udara segar dan dengan ketinggian yang berkisar antara 1200 meter dari permukaan laut, merupakan tempat yang sangat nyaman. Gunung Batukaru sendiri adalah gunung tertinggi kedua di Bali setelah gunung Agung yaitu dengan ketinggaian 2671 meter dari permukaan lalut. Sekarang ini di sebelah timur dan selatan gunung sudah menjadi perladangan dan perkebunan bahkan ada beberapa desa dan pemukiman yang cukup dekat dengan perbatasan hutan lindung dari pegunungan ini.

Sejarah Batukaru

Sayangnya tidak ada sumber resmi kerajaan yang bisa dijadikan sumber keterangan mengenai pendirian pura ini, kecuali sebuah tulisan yang bernama Kumuma Dewa. Tulisan ini sebenarnya tidaklah bisa dipercaya, karena tidak didukung oleh bukti sejarah resmi. Dalam tulisan itu disebutkan Empu Kuturan memerintahkan pendirian sad kahyangan ( 6 pura ) di Bali pada abad ke-11. Pada saat ini pura Batukaru dianggap sebagai sad kahyangan. Fakta sejarah tidak mendukung adanya seroang Rsi bernama Empu Kuturan. Yang ada adalah nama sebuah jabatan dalam struktur kerajaan setingkat senapati, yaitu sebuah jabatan satu tingkat di bawah raja yang mengepalai departemen. Karena itu adalah sebuah jabatan maka siapa saja bisa mengisinya, ini bisa dibuktikan dalam banyak prasasti yang diterbitkan oleh raja Bali kuno. Sedangkan title Empu ( di Jawa sering ditulis Pu dalam prasasti ) adalah seorang profesional dalam bidang tertentu. Ada lagi sebuah tulisan tangan yang ditemukan di Buleleng menceritakan bahwa raja Buleleng I Gusti Panji Sakti dalam usaha meluaskan pengaruhnyna menyerang ke daerah lain, dan sampai di pura Batukaru tiba-tiba merusak pura Batukaru. Tidak terduga ribuan lebah datang menyerang prajurit dan menyengatnya sehingga lari tunggang langgang. Diceritakan bahwa penyerangan ini dilakukan tahun 1605 AD. Uraian ini sungguh mustahil, karena raja Bulelelng I Gusti Panji Sakti berkuasa setelah tahun 1840, jadi kejadiannya hampir 200 tahun sebelum berkuasa sudah dikatakan menyerang daerah lain. Ini adalah sebuah penyesatan sejarah yang tidak boleh dianggap remeh. Mungkin ada kaitannya dengan mereka yang akan memperjuangkan hak bahwa hanya golongan agama yang benar seperti banyak tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa golongan agama yang berjasa menyelamatkan masyarakat, seperti purana Besakih, Purana Balingkang, Purana Peti Tenget, dan sebagainya.

Bukti Arkeologis Batukaru

Dekat pura ada sebuah peninggalan patung padas yang menurut Prof. Dr. R. Goris diperkirakan berasal dari abad ke-11, dan mirip sperti yang di Gua Gajah. Kemungkinan besar bahwa masyarakat di bawah kerajaan mengwi setelah menemukan adanya peninggalan tersebut mendirikan pura Batukaru untuk melindungi cagar budaya tersebut dari pengrusakan. Masa paling aktif dalam pendirian pura di Bali adalah masa-masa berdirinya kerajaan-kerajaan kecil bawahan Klungkung mulai sekitar 1700an. Masing-masing kerajaan ingin menyamai status Klungkung dengan mecari pengesahan diri melalui pendirian berbagai pura, dan bahkan desa adat Bali asli ikut mendapatkan pengaruhnya bahwa legitimasi sebuah kerajaan otonom ditandai dengan adanya 3 pura pokok. Di tingkat kerajaan baik pusat maupun di 8 kerajaan kecil lainnya ada yang disebut dengan kahyangan tiga yaitu pura segara, pura jagat nata, dan pura gunung, sedangkan di tingkat desa adat ada kahyangan tiga yang disebut pura desa pura puseh, dan pura dalem. Kemungkinan besar Batukaru adalah sebuah pura gunung kerajaan Mengwi, kemudian diambil alih oleh Buleleng, lalu mendirikan pura Ulun Danu, dan kembali diambilalih Buleleng, dan lari lagi mendirikan pura Pucak Mangu di wilayah desa Tinggaan, Perbekalan Pelaga, Kecamatan Petang. Karcis masuknya Rp 20.000 per orang WNI atau WNA, memang untuk daerah Kabupaten Tabanan nampaknya menjadikan obyek wisata sebagai sumber pendapatan bukannya sebagai alat pemicu bangkitnya ekonomi lokal.

Pilihan paket liburan ke Bali ini benar-benar didasarkan pada anggaran yang paling murah. Untuk program wisata grup di bawah inidipilihkan hotel-hotel yang bersifat hotel kota Paket overland Jawa-Bali Overland ( city hotel ) untuk kelas melati di kota Denpasar, namun secara kualitas kondisi kamarnya cukup baik atau standard untuk wisatawan Nusantara. Karena untuk paket wisata yang mengutamakan kunjungan budaya yang meliputi berbagai jenis kesenian, keindahan alam, dan berbagai aspek kehidupan di Bali akan lebih banyak di luar hotel, sedangkan hotel hanya untuk istirahat yang baru masuk hotel setelah makan malam.

Wisata Rekreasi Bali Obyek Wisata Buatan

Khusus untuk Bali yang merupakan salah satu tujuan wisata populer dunia maupun lokal telah mampu menawarkan fasilitas wisata yang paling lengkap dengan berbagai paket tour. Semenjak tahun 2000 telah dimulai penawaran yang namanya paket liburan murah atau wisata murah walaupun sebenarnya tidak murah benar akan tetapi akan disesuaikan dengan kondisi harga masing-masing komponen penunjang program paket tour murah ke Bali tersebut. Hal ini berkaitan dengan jenis dan tingkat katagori hotel yang dipakai dalam paket, serta jenis masakan apa saja yang ingin dimasukkan.