OBYEK WISATA PURA

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Pura dan detail arsitekturnya telah menjadi daya tarik wisata sejak awal karena keunikannya. Ditambah lagi dengan acara ritual yang berwarna-warni pada waktu hari tertentu misalnya tiap 210 hari sekali atau 265 hari sekali, tergantung jenis kalender ritual yang dianut oleh lingkungan masyarakat pemiliknya.

Obyek Wisata Pura

Di Bali ditemukan banyak sekali pura yang didirikan mulai abad ke-10 sampai menjelang kemerdekaan RI yang sebagian besar bertujuan untuk melindungi kekayaan budaya dan alam, atau bahasa sederhananya bisa dikatakan sebagai metode pelestarian alam tradisional di samping adanya co-memorial untuk tokoh-tokoh penting bagi keluarga, desa, wilayah bahkan tokoh di kerajaan. Mengingat Bali pernah ada 8 kerajaan bawahan ( vasal ) maka bisa dikatakan banyak sekali ditemukan bangunan yang disebut pura, walaupun sebenarnya dalam bahasa Bali tidak tepat disebut pura.

  1. Alas Kedaton berbatasan dengan desa Kedaton Kediri Tabanan
  2. Batukaru di kaki gunung Batukaru kabupaten Tabanan
  3. Beji pura dengan arsitektur unik di kabupaten Buleleng
  4. Besakih di kabupaten Karangasem
  5. Gua Lawah pura di mulut gua di kabupaten Klungkung
  6. Kehen pura kuno di kabupaten Bangli
  7. Penulisan pura kuta di atas bukit di kabupaten Bangli
  8. Ponjok Batu pura unik di kabupaten Buleleng
  9. Sebatu pura dengan mata air yang cukup besar di kabupaten Gianyar
  10. Taman Ayun pura kerajaan Mengwi di Kabupaten Badung
  11. Tanah Lot pura di pinggir pantai dari abad ke-18 di kabupaten Tabanan
  12. Tirta Empul pura kuno dan mata air besar di kabupaten Gianyar
  13. Ulun Danu pura dari abad ke-17 di pinggir danau kabupaten Buleleng
  14. Uluwatu pura di pinggir pantai curam di kabupaten Badung

Kepurbakalaan dan Sejarah

Pura-pura yang mengandung bukti atau peninggalan sejarah secara umum, atau pura yang didirikan untuk melindungi peninggalan sejarah dan pelestariannya.

  1. Bali sejarah ringkas para raja periode kekuasaan dinasti dari tahun 882 sampai dengan tahun 1945 ketika Idonesia merdeka
  2. Guwa Gajah di Kabupaten Gianyar, sebuah peninggalan abad ke-11 di tebing sebuah sungai. Gua ini sebenarnya buatan manusia dengan ruang berbentuk T yang sangat mungkin itu adalah tempat pertapaan. Di depannya ditemukan jauh belakangan adalah kolam dengan patung-patung pancuran yang langgamnya sangat mirip dengan permandian kuno di Belahan, dekat Malang, Jawa Timur. Keduanya dibuat pada abad dan masa raja yang sama
  3. Gunung Kawi di kabupaten Gianyar, lokasinya jauh di bawah dekat dasar sungai Pekerisan. Tidak ada buktu tulisan yang bisa dipakai bahan pengungkapan monumen ini, akan tetapi dari segi langgam dan studi berbagai aspek diketahui bahwa relief-reliefnya dibuat pada abad ke-11 oleh seorang raja yang punya istri 4, dan dibuatkan peringatannya di Pekerisan.
  4. Kebo Edan sebuah pura kuno di kabupaten Gianyar. Peninggalan ini adalah bekas dari adanya praktek-praktek hedonisme yang bosan dengan ajaran untuk mencari sorga, karena dianggap bohong dan buang-buang waktu saja.
  5. Kerta Gosha sebuah gedung pengadilan abad 18 di pusat Ibukota kerjaan Bali Klungkung. Sebuah gedung pengadilan kerajaan Bali yang dibuat setelah abad ke-17 setelah pusat kerajaan Bali dipindahkan dari Gelgel ke Semara Pura.
  6. Museum Bali memamerkan berbagai bukti prasejarah dan sejarah. Salah satu mueum terbesar dari segi koleksi di Indonesia timur. Lengkap dari masa pra sejarah sampai dengan jaman klasik atau sebelum kemerdekann Indonesi.
  7. Vihara Vajrabodhi desa Banjar Kab. Buleleng. Merupakan wihara tersesar dan tertua di Indonesia timur. Walaupun Buddhisme berkembang di Bali, akan tetapi sangat sedikit sekali penganut Buddha sekarang ini di Bali.
  8. Yeh Pulu sebuah relief kuni dari abad 14 di kabupaten Gianyar Lokasinya sangat dekat dengan guwa gajah, akan tetapi tidak ada bahan untuk mengungkapkan sejarahnya. Akan tetapi nampaknya ini merupakan titik balik dari sejarah seni di Bali yaitu masa para seniman mulai berani mengungkapkan idenya dalam bentuk bukan menggambarkan dewa-dewi seperti masa sebelumnya.

Lihat obyek wisata lainnya