HINDU

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Keberadaan agama Hindu di Bali yang sudah bisa direkonstruksi sejarahnya merupakan rangkaian dari sejarah Indonesia secara menyluruh yang salah satunya aspek kehidupan masyarakat yang memberikan ciri-ciri khusus kepada kepulauan Nusantara ini. Sehingga wajar secara sejarah keagamaan wilayah Nusantara ini ada benang pengikat yang salah satunya bisa dikatakan memberikan ciri khusus. Hal ini sangat kentara dari studi-studi linguistik yang telah dilakukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak masuknya pengaruh Hindu ini mulai abad ke-4 M dengan bukti Kerajaan Taruma Negara dan Kutai ditemukan juga berbagai peninggalan awal pengaruh ini di Bali. Seperti juga di Jawa Tengah abad ke-7 M, di Bali kehadiran pengaruh Hindu juga dibarengi dengan kehadiran pengaruh Buda yang dibuktikan dengan penemuan stupika tanah lihat dalam jumlah banyak di daerah Pejeng. Stupika ini ditulisi dengan pujian-pujian agama Buda.

Dalam praktek sehari-hari agama Hindu di Bali sangat berbeda dengan apa yang dipraktekkan di negara asalnya India. Di India sudah mengalami banyak sekali perubahan seiring dengan kemajuan cara berpikir masyarakatnya, kecuali kebenaran hakiki yang dikandung di dalamnya atau istilah filsafatnya conventional virtues, sehingga agama juga ikut berubah khususnya nilai-nilai yang dianut oleh masyarakatnya.

Agama Hindu di Bali dipengaruhi oleh berbagai aliran kepercayaan dan agama Budha, namun secara tradisi bukan menguasai masyarakat Bali, akan tetapi paham Hindu dan Buda ini dijadikan sebagai unsur tradisi Bali. Namun sebagai akibatnya sangat mudah dibelokkan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang tak punya visi seperti perjuangan klas, bisnis, politik dan sebagainya.

Sebenarnya berdasarkan tuntunan pokok dari pengajaran agama Hindu yang merupakan 3 unsur pokok disebut 3 kerangka pokok yang salah satunya adalah tatwa atau filsafat, sudah disalahartikan oleh banyak tokoh, dan guru. Fisafat hanya diartikan sebagai filsafat keagamaan, bahkan lebih khusus filafat ritual atau filsafat upakara. Pada hal kalau dilihat dari sejarahnya para tokoh di masa lampau baik di India maupun di Indonesia ini dimaksukan sebagai filsafat pengembangan iteletual manusianya, sama dengan sekolah sekarang. Itulah sebabnya banyak sekali lahir pemikiran di India baik alam, bahasa, seni, dan spekulasi tentang ketuhanan. Marilah kita berdoa agar para tokoh agama bisa melihat dengan jernih apa yang dimaksud dengan tatwa atau filsafat dalam agama sehingga sebagai warga masyarakat akan bisa mempunyai digniti paling tidak sejajar dengan bangsa-bangsa yang dekat dengan kita.

Pemahaman yang benar tentang tatwa ini seharusnya dimulai dari sekarang jika tak ingin ketinggalan dalam berbagai unsur kebudyaan. Ketinggalan dalam pengembangan kebudayaan akan beresiko menjadi obyek atau alat, jadi sama saja seperti di masa lampau sedangkan kebudayaan bangsa lainnya sudah terbang tinggi dan bisa dengan mudah menguasai kebudayaan lainnya.