PENGOBATAN TRADISI BALI

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Dari berbagai istilah yang muncul tentang sumber pengobatan tradisional di Bali kita mengenal istilah balian, dukun, dasaran, dan usada, di samping tukang tenung, dan pemberi sugesti yang mungkin bisa dikatakan sebagai penyisir dalam cara pengobatan. Sebenarnya masing-msing suku di Nusantara ini mempunyai hampir sama dengan apa yang kita temukan di Bali, hanya saja di Bali dan Jawa sudah mendapat pengaruh India dan China di samping adanya tulisan yang memberi warna lebih komplek.

Secara garis besarnya atau dalam praktek bisa dilihat dari 3 cara yang dilakukan oleh sumber pengobatan tradisional ini. Yang pertama adalah pengobatan tradisional yang memakai sarana obat, dan para tokoh ini mempunyai sebuah buku pengobatan tradisional yang disebut dengan usadha dan akhlinya disebut dengan balian usadha. Tidak mudah untuk menjadi akhli ini kalau bukan merupakan panggilan jiwa, karena harus mengumpulkan begitu banyak bahan dari alam baik itu tumbuhan, binatang, getah, dan sebagainya.

Cara yang ke-2 adalah mencari sebab-sebab suatu penyakit dengan cara berkomunikasi dengan alam gaib. Keluarga si sakit akan mendatangi tokoh ini dan menanyakan apa penyebab sakitnya. Tokoh pengobatan ini disebut dasaran yang munkin dalam bahasa Indonesia bisa disebut sebagai tukang tenung. Jawaban dari dasaran ini dipercayai disampaikan waktu mengalami kesurupan, karena yang bicara bukanlah dasaran itu sendiri akan tetapi roh halus yang dihubungi oleh keluarga si sakit, misalnya almarhum dari keluarga, roh halus dari suatu tempat dan sebagainya. Dari komunikasi ini diberitahukanlah kepada keluarga si sakit bahwa ada tindakan yang kurang benar dilakukan oleh si sakit dan harus melakukan apa. Sebenarnya cara dan tokoh semacam ini sudah sangat jarang di Bali, mungkin karena hasilnya juga tidak seperti diharapkan di samping pendidikan yang sudah semakin baik, sehingga masyarakat mulai lebih rasional.

Cara ketiga yang dilakukan adalah mempercayai akhli sihir, yang di masa lampau banyak didengar prakteknya dan sebenarnya sudah jarang dipakai. Akan tetapi belakangan ini muncul lagi dalam format yang baru dari sebuah spekulasi purbakala, seperti pengobatan dengan sugesti. Cara ini banyak diilhami oleh sebuah aliran kepercayaan seperti tantrayana yang menganggap bahwa dalam tubuh manusia ada kekuatan yang bisa dihidupkan dan mampu untuk bertindak sebagai pengobatan, memberikan pengaruh kepada orang lain, bahkan kekebalan, dan sebagainya. Sering cara-cara ini kecuali dasaran diikuti dengan kalimat-kalimat doa yang disebut mantra yang sebenarya tidak tepat disebut mantra. Karena yang disebut mantra oleh para pengikut tantrayana itu tujuannya berbeda sekali. Aktivitas tradisi ini juga menjadi obyek wisata yang menarik bagi wisatawan manca negara, sehingga ada sumber pengobatan ini cukup ramai dikunjungi bahkan menjadi acara tour.