TARI BARONG

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Tari Barong adalah salah satu obyek yang selalu muncul dalam paket-paket tour seperti Kintamani, Ubud, maupun Ubud Tampak Siring. Ada juga yang menyisipkan tari Barong ini untuk tour ke Pura Besakih, walaupun disadari bahwa tiba di Besakih yang terlalu siang juga kurang baik karena cuaca yang agak panas. Untuk melihat paket-paket tour yang menyisipkan persinggahan di tarian Barong silahkan dilihat daftar paket wisata Bali dengan mengklik Paket Tour Bali

Tari Barong demikian disebut bukan karena tokoh utamanya tapi anggapan tentan adanya tokoh baik dan tokoh buruk. Tarian tradisional ini dikenal oleh masyarakat Bali selatan bagian tengah, sedangkan daerah lainnya di Bali tidak mengenalnya atau jauh belakangan, mungkin baru-baru ini. Khususnya di daerah kabupaten Gianyar boleh dikatakan banyak sekali desa yang mempunyai kelompok penari barong ini. Kesenian Bali kena pengaruh kesenian India khususnya dalam bidang thema cerita dan konsep pembinaan seni. Memang di masa lampau para cendikiawan India termasuk yang salah satu paling kreatif di dunia untuk menuliskan ide-idenya, sehingga sampai sekarang banyak warisan berupa cerita yang berkaitan dengan seorang tokoh atau tempat yang kita kenal dengan hikayat ( Purana ), dan teknik ( sutra ), dan Ilmu ( sastra ). Sebenarnya tidak semuanya karya itu berdiri sendiri, tapi sering sebuah sutra mengandung juga sastra, dan sastra mengandung juga sutra atau hikayat, dan sebagainya. Dalam masyarakat Hindu yang menyebar ke seluruh dunia ada 2 hikayat kepahlawanan India yang ikut tersebar yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai epic, yaitu Mahabharata dan Ramayana. Tarian Barong mengambil cuplikan dari Mahabharata yaitu episode ketika kerajaan diserang wabah yang disebarkan oleh raja kejahatan bernama Rangda. Untuk menghentikan wabah ini Rangda minta anak bungsu dari permaisuri Kunti agar mengorbankan putra terkecilnya yaitu Sahadewa sebagai gantinya.

Perlu diketahui bahwa dalam Mahabharata sesungguhnya tidak ada disebut tokoh bernama Rangda, dan alur cerita tidak ada seperti itu. Nampaknya ini mendapat inspirasi dari aliran Mahayana yang disebut Tantra, karena aliran ini mengenal adanya praktek-praktek ilmu hitam. Mungkin bagi mereka yang sudah pernah membaca saduran novel kuno Jawa yang berjudul Rangdeng Dirah yang diperkirakan ditulis jaman Erlangga, maka akan jelas sekali bahwa thema tari Barong merupakan penggabungan antara cerita versi Jawa ini dengan cuplikan Mahabharata. Kita kagum dengan pencipta tarian barong ini karena tidak begitu saja meniru atau menjiplak apa yang sudah ada, paling tidak ada usaha-usaha penciptaan baru walaupun masih copot sana copot sini. Demikian juga visualisasinya berupa tokoh Barong dan tokoh Rangda, walaupun dalam deskripsi cerita tidak disebutkan seperti apa fisik mereka, tetapi seniman Bali mampu membuat visualisasi, yang bagi orang Bali sangat cocok sebagai tokoh hitam, khususnya Rangda. Bentuk fisik ini akan memberikan rasa takut, mendirikan bulu kuduk, dan mampu mengkaitkan reputasinya dengan kematian.

Pengaruh kuat Sastra India adalah apa yang disebut dengan prosedur berkarya dalam bidang seni yang ditulis dalam sebuah buku disebut Silva Sastra. Pencaharian sebuah taksu ( kepepuleran, keselamatan, keberhasilan ) dispekulasikan dalam buku ini. Penciptakan sebuah kelompok tari misalnya haruslah diadakan pasupati yang artinya menghidupkan jiwa team, menciptakan daya pesona dari kelompok tari dan pelaku-pelakunya dalam hal ini para seniman. Konsep ini tentu sangat bertentangan dengan fakta sekarang yang lebih menuntut profesionalisme, jadi tidak begitu saja sebuah kelompok tari bisa langsung populer hanya dengan prosedur seperti itu. Sebagai sebuah prosedur pencarian taksu baik para seniman maupun masyarakat Bali, penulis percaya bahwa jiwa dari itu sudah salah dimengerti, karena sebenarnya bukan untuk dikeramatkan seperti mengkeramatkan Tuhan, tapi untuk menjaga taksu.

Tarian ini adalah salah satu yang terlengkap dari segi elemen seni pertujukan, karena ada musik yaitu gong tradisional Bali dengan tabuh ( komposisi lagu ) yang dinamik, tarian sesungguhnya yang dibawakan oleh gadis Bali, dialog ( drama ), dan bebanyolan ( lawakan ). Jadi sebuah teater yang lengkap, sehingga menjadi salah satu pertunjukan kesenian yang paling disukai oleh wisatawan manca negara. Karcis masuk untuk WNA Rp 80.000 per orang dan WNI Rp 60.000 per orang. Asosiasi Pertunjukan Kesenian Bali ( ASPRANANTA ) mempunyai kerjasama dengan perusahan jasa perjalanan wisata yang bisa memberikan harga jauh lebih murah.

Seni Tari Bali

Tari Pendet Tari pendet adalah salah satu tari kreasi yang didasarkan pada tarian tradisional saktral yang menginspirasi penciptanya pada jaman presiden Soekarno. Tarian ini menjadi terkenal karena dijadikan sebagai tari panyembrama ( tari selamat datang) khususnya untuk menyambut presiden Soekarno dan pejabat pusat lainnya ketika mengunjungi Bali. Hal ini berlanjut ketika wisatawan asing banyak mengunjungi Bali yang juga disambut dengan tarian panyembrama

Trai KecakTari kecak juga adalah tari kreasi yang didasarkan pada kebiasaan pesta masyarakat Bali utara yang disebut dengan megenjekan. Pesta rakyat ini hampir sama di seluruh Indonesia, selalu diadakan setelah sukses panen apapun di kebun. Namun untuk Bali utara sering tidak selalu setelah sukses panen.