TARI KECAK

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Tari kecak sangat populer di kalangan wisatawan manapun, sama populernya dengan tarian Barong. Kedua tarian ini sebenarnya sama-sama kreasi baru didasarkan kepada kreativitas seniman dengan mengambil thema dari cerita karangan pujangga India di masa lampau seperti Ramayana dan Mahabharata. Untuk tari kecak selalu akan dipentaskan dalam ruang tertutup kecuali yang di Uluwatu. Untuk nonton tari kecak ini harus disiapkan khusus waktunya, karena dimulai agak sore sekitar jam 8 sehinnga suasana sudah cukup malam. Agak berbeda dengan wisatawan Jepang yang menggabungkan makan malam dengan tarian kecak, sehingga tidak perlu membuat persiapan khusus. Untuk melihat paket-paket yang menawarkan tarian kecak bisa diklik Paket Tour Bali

Tari Kecak adalah salah satu kegiatan teater tradisional Bali yang menampilkan dialog, seni tari dan kur suara manusia. Dalam seni pertujukan Bali sebenarnya ada dua bentuk yang berbeda yang bernama kecak. Salah satunya adalah penari laki-laki( biasanya hanya pemuda ) pada tari Janger yang lebih banyak menampilkan tari dan nyanyi, dan ini lebih mengindikasikan adanya hubungan tarik-menarik antara pemuda dan pemudi yang diekspresikan dalam kesenian. Sedangkan tari kecak yang juga merupakan kreasi baru lebih mengekspresikan sebuah tradgedi percintaan yang berasal dari mitos kepahlawanan India. Perbedaan yang mendasar dari kedua pengertian kecak ini adalah pengiring sebuah tarian pada Janger adalah alat musik sungguhan, sedangkan pada kecak hanya dipakai kur suara manusia yang jumlahnya bisa lebih dari 20 orang, dan di masa lampau ketika tarian itu diciptakan katanya anggotanya rata-rata 40 orang laki-laki yang berpakaian kain berwarna seperti papan catur.

Ada kemungkinan seniman yang menciptakan dalam hal ini Walter Spies dan seniman Bali tersebut terinspirasi oleh kebiasaan masyarakat Bali utara yang disebut dengan megenjekan. Mereka biasanya kumpul di balai desa atau di tempat tertentu sambil minum-minum atau snak lalu bersama-sama bernyanyi berpadu. Hal ini biasanya akan ramai waktu habis panen di masa lampau yang mengindikasikan sebuah pesta kecil yang tidak diikuti oleh kaum wanita. Mereka ada yang bernyanyi dan ada juga yang menirukan suara musik untuk mengikuti nyanyian tersebut. Tentu ini menimbulkan rasa estetika atau kepuasan bagi mereka. Akan tetapi tidak demikian dengan masyarakat Bali selatan, justru mereka tidak senang dengan hal-hal seperti itu.

Tari kecak ini mengambil episode dari cerita Ramayana ketika Rama diasingkan di hutan bersama istrinya Shita dan adiknya Laksamana. Pengasingan ini diketahui oleh Rahwana raja Aleng dan karena tertarik kepada kecantikan Shinta lalu menculiknya dan membawa ke istana Alengka. Inilah awal dari perang besar Ramayana yang mengakibatkan runtuhnya Alengka Pura sebagai kerajaan yang dulunya sangat berwibawa dan ditakuti oleh musuh-musuhnya, ini adalah sebuah pendidikan kenegarawanan bagi raja-raja India di masa lampau bahwa kerajaan bisa saja tersandung batu kecil lalu runtuh bukan oleh hal-hal besar saja. Di sisi lain pengarang Ramayana ini ingin memnyampaikan pesan bahwa seorang wanita atau Ibu betapaun diuji dalam kondisi yang sudah habis-habisan lalu tetap bisa mempertahankan kebenaran, maka dia akan menikmati kehidupan yang bahagia. Di sini intinya adalah kesetiaan melebihi dari segalanya, sehingga bisa menghidupkan sebuah kerajaan besar. Orang besar selalu ada wanita besar di belakangnya.