TARIAN MAGIS

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Kesenian tradisional Bali sering dikaitkan dengan kekuatan magis dalam arti kekuatan hitam. Begitu banyak cerita yang memasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat di masa lampau bahkan ada beberapa orang yang masih percaya tentang adanya kekuatan semacam ini. Ternyata dari hasil-hasil pengamatan antropologi, bukan saja di Bali kepercayaan semacam ini, akan tetapi di seluruh dunia. Hanya saja mitos tentang kekuatan magis semacam ini dalam bentuk yang lebih berkembang beredar di dunia yang mendapatkan pengaruh India kuno, karena ada yang sudah ditulis dalam bentuk lambang-lambang ataupun phrase-phrase tertentu yang disebut mantra. Walaupun tidak tertulis sebenarnya praktek ini banyak dilakukan di berbagai suku.

Kekuatan gaib yang bisa dipakai merusak di Bali, pelakunya dikenal bernama leak yang dianggap mendapatkan pengetahuan semacam itu dari seorang guru atau keturunan. Pernah di tahun 1957 seorang antropolog Mexico bernama Alfred A. Knop ingin membuktikan kebenaran mitos ini dengan melakukan pengintipan di sebuah kuburan yang paling angker di Bali. Namun hal ini ternyata tak ditemukn apapun. Pengalamannya ini ditulis dalam sebuah buku yang diberi judul The Island of Bali. Bahkan sebuah produser film terkenal di Australia sengaja membuat sebuah film dengan judul Leak of Bali.

Dalam kehidupan mitos di Bali tokoh tarian yang bernama Rangda itu sering dikatakan sebagai ratu dari leak ini. Memang dari cerita Pararaton, ketika Raja Erlangga memerintah di Jawa dikatakan seorang janda yang dendam dengan raja telah melakukan teror dengan ilmu hitam. Cerita ini nampaknya bukan menunjuk kepada seorang janda yang melakukan kejelekan, akan tetapi klaim seorang tokoh agama bahwa dia lebih berjasa dari raja, seperti banyak purana atau tulisan-tulisan yang ditemukan di Bali ditulis oleh tokoh agama. Inilah yang mengilhami tentang tarian Calonarang yang malah dikeramatkan oleh masyarakat Bali, demikian juga dengan tarian barong dan rangdanya. Karena baik Calonarang maupun Barong sama-sama memunculkan tokoh yang bernama Rangda.

Seni Tari Bali

Tari Pendet Tari pendet adalah salah satu tari kreasi yang didasarkan pada tarian tradisional saktral yang menginspirasi penciptanya pada jaman presiden Soekarno. Tarian ini menjadi terkenal karena dijadikan sebagai tari panyembrama ( tari selamat datang) khususnya untuk menyambut presiden Soekarno dan pejabat pusat lainnya ketika mengunjungi Bali. Hal ini berlanjut ketika wisatawan asing banyak mengunjungi Bali yang juga disambut dengan tarian panyembrama

Trai KecakTari kecak juga adalah tari kreasi yang didasarkan pada kebiasaan pesta masyarakat Bali utara yang disebut dengan megenjekan. Pesta rakyat ini hampir sama di seluruh Indonesia, selalu diadakan setelah sukses panen apapun di kebun. Namun untuk Bali utara sering tidak selalu setelah sukses panen.

Tari Topeng Para penarinya memakai topeng, dan air muka topeng dibuat sesuai dengan tema tarian yang akan diperjunjukkan, misalnya orang tua, perdana mentri, panglima perang, pangeran muda, dan sebagainya. Bahkan dalam kreasi seni modern termasuk juga tiruan terhadap gerak-gerik binatang yang dianggap menarik dan menggemaskan seperti monyet, burung, macan dan sebebainya.

Tari Pergaulan Contohnya adalah joged bumbung, tariannya sangat feminim dan menarik yang menggambarkan kecantikan seorang wanita yang demikian menarik kaum laki-laki, di samping godaannya yang demikian kuat dengan mengundang laki-laki ikut menari di panggung. Namun dari sejarahnya tarian ini adalah kreasi baru dan dibuat sebagai tontonan yang sopan, karena bukan saja diadakan di tempat umum desa-desa di Bali akan tetapi sering juga di pura-pura pada waktu ada ritual. Namun ketidakmampuan beberapa gelintir masyarakat untuk melihat dirinya sendiri dalam statusnya sebagai manusia beretika telah menodai tarian ini sebagai tarian joged porno di daerah Bali utara yang pernah menghebohakan.

Legong Keraton Tarian ini mirip dengan apa yang terjadi di kerajaan Mataram Hindu di masa lampau, dan ini diwariskan juga sampai ke Bali. Tarian ini pada intinya adalah hiburan di istana oleh karena itu disebut legong keraton. Di Bali tarian ini dikenal sebagai tarian yang mencerminkan feminimitas wanita sebagai daya tarik yang luar biasa.