KERAJINAN MAS & PERAK

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Kerajinan mas dan perak di desa Celuk ini sangat terkenal di berbagai negara, khususnya yang warganya berwisata ke Bali. Bukan saja wisatawan yang hanya sekedar liburan, akan tetapi juga wisatawan yang memang bertujuan bisnis yaitu dengan mengimport hasil kerajinan ini untuk dijual kembali di negeranya. Jenis wisatawan belakangan ini sangat banyak sebelum Bali dibom. Untuk mengunjungi tempat kerajinan ini banyak sekali paket wisata yang bisa dipilih. Untuk lebih jelasnya silahkan klik Paket Tour Bali

Di Indonesia hanya ada 2 tempat yang sangat terkenal di dunia sebagai pusat kerajinan emas dan perak yaitu kota Gede di Yogyakarta dan Celuk di Gianyar, Bali. Tidak ada catatan yang jelas apakah 2 daerah ini punya hubungan sejarah ataukah kejadian yang paralel. Dari segi perkembangan produksi dan variasi Celuk menunjukkan perkembangan yang jauh lebih pesat, bukan saja di Desa Celuk sendiri akan tetapi merambah ke desa-desa lingkungannya seperti Singapadu, Negari, dan Batuan, bahkan desa Batulan. Tahun 1990an wilayah ini tercatat mempunyai pendapatan per orang tertinggi di Asia sampai tahun 2002 ketika Bali dibom, mulailah merosot sampai ke dasarnya.

Dari berbagai industry rumahan dan toko-toko suvenir rakyat yang ada ternyata di sana banyak sekali hasil produk kota Gede yang ikut dipromosikan, karena ada perbedaan dari sisi produksi. Hasil karya kota Gede lebih detail dan halus, akan tetapi kalah dalam variasi secara keseluruhan, sedangkan yang di Bali variasinya sangat besar dalam asesori manusia di samping sebagai hiasan interior. Hal ini didukung oleh para pedagang atau importir dari Eropah, Amerika dan Australia, karena mereka yang banyak membawakan desain untuk diproduksi di Bali dalam jumlah besar dan diimport ke negaranya untuk dijual kembali baik secara grosir maupun retail. Banyak sekali produk kerajinan di Bali mulai tahun 1980an mendapatkan sambutan seperti ini dari para importir luar negeri, sehingga dirasakan sangat menjunjang perekonomian Bali, bukan saja kepada pengarajin bersangkutan, akan tetapi ada dampak ikutannya ( multipliernya ) kepada petani, transport, jasa ekspedisi, jasa penerbangan, jasa transportasi laut, kontruksi, dan sebagainya yang membawa dampak sangat besar kepada kebutuhan tenaga kerja yang besar pula. Sebelum Bali dibom, atau secara global sebelum teroris merebak di mana-mana, ada suatu pemandangan yang tidak lazim di Kabupaten Gianyar khususnya di sentra-sentra industri kerajinan yaitu tidak ada orang yang kelihatan santai, semua orang sibuk, tegang, dan tergesa-gesa. Anak sekolah mulai dari SD tidak pernah ada kelihatan bermain-main dengan temannya, karena setelah selesai pelajaran di sekolah mereka sudah ikut membantu orangtua atau organisasi untuk bekerja barang 1 atau 2 jam sebelum belajar menadiri di rumah, dan tidak ada yang putus sekolah saat itu. Kehidupan keluarga yang sangat modern banyak anak-anak mereka melanjutkan pendidikan di luar negeri, atau menjadi tenaga skill di perusahan asing khususnya bidang pariwisata, bahkan mengalahkan kehidupan di kota terbesar di Bali seperti Denpasar, walaupun kehidupan keagamaannya belum juga mengalami perubahan.

Karena hubungan orang ke orang lebih besar dari pemerintah ke pemerintah pada waktu itu membawa dampak lain juga yang sangat penting untuk diketahui oleh pemerintah Indonesia bahwa jika nantinya ada anugrah seperti ini entah di bagian mana Indonesia ini, bahwa pemerintah harus cepat mengikuti perkembangan tersebut jangan sampai ketinggalan, agar fungsi sebagai regulator tidak sia-sia. Contohnya, ketidahtahuan masyarakat akan tata niaga internasional telah banyak membawa korban, ketidaktahuan akan sistem pembayaran internasional juga telah banyak membawa korban, ketidaktahuan akan undang-undang keimigrasian, dan sebagainya yang berhubungan dengan lalu lintas internasional telah mengurangi aspek produktivitas masyarakat, bahkan kerugian material and moral dari beberapa orang yang berusaha maju hanya berbekal semangat. Di masa datang sangat diharapkan jika pada suatu kelompok masyarakat di manapun di Indonesia ada tanda-tanda Celuk akan muncul mohon regulator cepat tanggap, jangan hanya sebagai pemunggut pajak saja seperti raja-raja kita di masa lampau.

Sekarang ini, walaupun dunia dilanda penyakit krisis moneter, tepatnya kalau di wilayah Euro krisis hutang pemerintah yang berdampak kepada investasi dan perdagangan, namun kegiatan pengrajin di daerah Gianyar ini tidak benar-benar mati, masih tetap ada walaupun dalam jumlah yang kecil, dan banyak pengrajin berpendapat bahwa merek ini haruslah dipertahankan.