PATUNG KAYU BALI

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Pusat seniman patung kayu ini dalam dunia pariwisata hanya dikenal desa Mas saja, pada hal banyak sekali desa-desa yang mempunyai seniman patung kayu dengan jenis karya seni yang dihasilkan berlainan. Misalnya desa Mas sebenarnya lebih dikenal sebagai seniman yang membuat patung kayu eben dan lebih banyak membuat patung-patung dari tokoh mitos atau obyek manusia biasa, sedangkan desa Nyuh Kuning dikenal dengan patung binatangnya khususnya bebek, desa Tegalalang sangat terkenal degnan karya patung tumbuhannya dan yang paling terkenal adalah pohon pisang dan pohon kelapanya, sedangkan desa-desa lain lebih banyak berkreasi baru. Untuk lebih jelasnya silahkan klik Paket Tour Bali

Salah satu kegiatan seni yang berkembang pesat di Bali adalah seni patung dan seni ukir seperti yang ditunjukkan oleh para seniman di daerah sekitar Ubud yang meliputi desa Mas, Kemenuh, Nyuh Kuning, Tengkulak, Tegalalang ke utara sampai daerah Pujung. Sebenarnya seluruh Bali mempunyai seniman patung dan ukir ini, hanya saja daerah sekitar Ubud ini bisa berkembang lebih jauh karena ada pemicunya yaitu pariwisata. Bahkan perkembangan kesenian ini sudah mengarah kepada komersial, bukan saja untuk kepentingan sendiri atau keagamaan. Tercatat antara tahun 1980an sampai runtuhnya ekonomi dunia akibat teroris, seni patung ini telah mendatangkan devisa yang sangat besar. Bukan saja hasil kesenian Bali, tetapi merambah ke kesenian Jawa seperti wayang golek, wayang kulit, patung asmat, patung asli Kalimantan, dan patung gaya Batak. Bali bagaikan etalase seni patung asli Indonesia untuk importir dunia. Besarnya jumlah produksi patung-patung ini ditambah lagi dengan kedatangan desain-desain baru yang dibawa oleh importir dari berbagai negara untuk diproduksi di Bali, karena mereka menganggap seniman Bali lebih bisa dikordinir dan harga masih sangat murah. Penulis bekerja sebagai marketing sebuah eksportir patung kayu dari 1986 s.d 1991 merasakan besarnya permintaan dan sangat mudahnya mendapatkan order dari berbagai negara.

Mengapa seni patung bisa berkembang di Bali, demikianlah pertanyaan yang paling banyak muncul dari para importir luar negeri kala itu. Sebenarnya seluruh masyarakat kepulauan Indonesia pada awalnya sama-sama mengenal seni patung, walaupun ada yang sudah lebih berkembang seperti Jawa dan Bali, dan ada yang msih tetap pada bentuknya yang primitif, karena mereka merasa tidak perlu mengembangkannya. Perkembangan seni patung tersebut di jawa cukup pesat sampai Islam dijadikan agama tetap oleh masyarakat Jawa pada umumnya sekitar tahun 1600an, sedangkan Bali, karena masih tetap mengikiti tradisi Hindu, maka seni patung tetap bisa bersama masyarakat, terlebih-lebih adanya suatu pilihan bagi masyarakat Hindu untuk memuliakan Tuhan dengan cara menyumbangkan keakhliannya misalnya membuat dekorasi pura, mengukir bangunan, dan segala bentuk penciptaan keindahan pandangan. Inilah yang mempengaruhi kenapa seni patung dan seni ukir tetap hidup di Bali sampai pada suatu saat dunia melihatnya sebagai sumber dari barang-barang seni plastis atau seni rupa yang sangat potensial.

Secara tradisi yang berkembang di Bali sebelum adanya pemicu lebih jauh adalah gabungan antara seni plastis dan ukiran. Oleh karena itu tokoh atau obyek patung yang dibuat selalu yang berasal dari mitos India seperti Rama dan Shita, Rahwana, Raksasa, Dewa - Dewi, dan sebagainya. Karena patungnya bukan saja menunjukkan keindahan tubuh tetapi kemewahan sebuah hiasan maupun kebesaran dari sebuah penampilan berpakaian dan asesori. Bagaimana misalnya sejoli Rama dan Shita berada di bawah pohon besar atau sebuah pelaminan yang penuh dengan guratan daun atau hiasan yang idealis maupun nyata. Hal ini memerlukan kemahiran untuk mengukir obyek yang sekecil-kecilnya, bukan sekedar membuat gambaran tubuh yang ideal atau garang atau lucu, dan sebagainya. Walapun ekonomi dunia bisa dikatakan tidak sesemangat di tahun lalu akan tetapi karya seniman Bali sampai sekarangpun masih bisa dipasarkan ke seluruh dunia walaupun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Dan wisatawan masih bisa melihat beberapa gallery patung yang mewah maupun yang merakyat di sekitaran Ubud sampai sekarang ini.