TARI PENDET

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Tari Pendet dalam catatan merupakan karya dari I Wayan Rindi, namun tidak jelas disebutkan apakah yang dimaksud tari pendet ritual. Karena dalalam pelaksanakan ritual di pura-pura di Bali sejak jaman yang tidak diketahui telah ada yang namanya Tari Rejang, Tari Pendet, dan tari Baris. Ketiga jenis tarian ini merupakan kelengkapan ritual. Biasanya sebelum ritual mencapai tahap akhir tarian ini disuguhkan oleh penari gadis, kecuali baris bisa saja yang sudah berkeluarga.

Menjelang puncak acara dengan diiringi musik tradisional Bali yang disebut gong ditampilkanlah tarian rejang oleh penari gadis sekitar 8 orang atau lebih membawa bunga. Gerakan mereka sangat sederhana mengikuti ritme gong. Setelah itu diikuti dengan penari pemuda juga sekitar 8 orang yang disebut tari pendet. Masing-masing tarian ini tidak lebih dari 5 menit yang fungsinya sebagai perlengkapan ritual.

Menurut catatan tari pendet yang diciptakan oleh I Wayan Rindik ( 1917 - 1976 ) dikatakan untuk pertujukan di hotel-hotel atau pada kegiatan keluarga tertentu. Melihat dari gerakannya mirip dengan tarian rejang ataupun pendet. Oleh karena itu perlu diteliti oleh bidang Sejarah mana yang lebih dulu ada, sehingga dalam catatan sejarah tidak terjadi kesimpangsiuran, sehingga penghargaan terhadap Bapak I Wayan Rindi benar-benar tepat dan tidak dipermasalahkan di kemudian hari.

Dalam masa kedatangan wisatawan ke Bali begitu besar, tarian ini dikenal juga sebagai tarian panyembrana, yang benar-benar menunjukkan gerakan yang sama dengan tari rejang ini. Sedangkan tari rejang itu adalah tari sakral, sehingga tidaklah etis untuk menyebut panyembrana ini sebagai tari rejang.

Seni Tari Bali

Tari Pendet Tari pendet adalah salah satu tari kreasi yang didasarkan pada tarian tradisional saktral yang menginspirasi penciptanya pada jaman presiden Soekarno. Tarian ini menjadi terkenal karena dijadikan sebagai tari panyembrama ( tari selamat datang) khususnya untuk menyambut presiden Soekarno dan pejabat pusat lainnya ketika mengunjungi Bali. Hal ini berlanjut ketika wisatawan asing banyak mengunjungi Bali yang juga disambut dengan tarian panyembrama

Trai KecakTari kecak juga adalah tari kreasi yang didasarkan pada kebiasaan pesta masyarakat Bali utara yang disebut dengan megenjekan. Pesta rakyat ini hampir sama di seluruh Indonesia, selalu diadakan setelah sukses panen apapun di kebun. Namun untuk Bali utara sering tidak selalu setelah sukses panen.

Tari Topeng Para penarinya memakai topeng, dan air muka topeng dibuat sesuai dengan tema tarian yang akan diperjunjukkan, misalnya orang tua, perdana mentri, panglima perang, pangeran muda, dan sebagainya. Bahkan dalam kreasi seni modern termasuk juga tiruan terhadap gerak-gerik binatang yang dianggap menarik dan menggemaskan seperti monyet, burung, macan dan sebebainya.

Tari Pergaulan Contohnya adalah joged bumbung, tariannya sangat feminim dan menarik yang menggambarkan kecantikan seorang wanita yang demikian menarik kaum laki-laki, di samping godaannya yang demikian kuat dengan mengundang laki-laki ikut menari di panggung. Namun dari sejarahnya tarian ini adalah kreasi baru dan dibuat sebagai tontonan yang sopan, karena bukan saja diadakan di tempat umum desa-desa di Bali akan tetapi sering juga di pura-pura pada waktu ada ritual. Namun ketidakmampuan beberapa gelintir masyarakat untuk melihat dirinya sendiri dalam statusnya sebagai manusia beretika telah menodai tarian ini sebagai tarian joged porno di daerah Bali utara yang pernah menghebohakan.

Legong Keraton Tarian ini mirip dengan apa yang terjadi di kerajaan Mataram Hindu di masa lampau, dan ini diwariskan juga sampai ke Bali. Tarian ini pada intinya adalah hiburan di istana oleh karena itu disebut legong keraton. Di Bali tarian ini dikenal sebagai tarian yang mencerminkan feminimitas wanita sebagai daya tarik yang luar biasa.