SONGKET BALI

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Kain GringsingKain songket tenunan tradisional Bali juga sangat cantik, yang pada masa kerajaan Bali merupakan pakain raja. Melihat dari bahannya kelihatannya songket ini kemungkinan berkembang setelah dikenal adanya perdagangan antar pulau, bahkan antar negara, karena bahannya yang berupa benang emas dan benang silver tak mungkin diproduksi di Bali atau di Indonesia sebelum kemerdekaan.

Kain songket adalah kain mewah di Bali, hanya digunakan oleh para raja dan segelintir orang kaya di masa lampau sampai pada jaman kemerdekaan pada masa setiap orang bisa lebih mengekspresikan diriSumber dari produksi benang emas dan silver itu hanya ada di India dan China. Oleh karena itu ada kemungkinan jika hubungan antara Bali dan China sudah terjadi sejak abad ke-14, maka kemungkinan juga kerajinan songket ini juga sudah dikenal mulai masa itu. Pada awal abad ke-14 M hubungan China dengan Bali kelihatannya cukup kuat, karena terbukti dengan perkawinan antara raja Astasura dengan Putri Chung yang peninggalannya sampai sekarang masih merupakan tempat persembahyangan baik orang Bali maupun orang China di desa Balingkang ( Bali-kan ). Demikian juga dengan adanya tarian baris China dan uang koin china yang disebut kepeng demikian banyaknya di Bali.

Setelah jaman kemerdekaan kain songket ini juga milik dari rakyat biasa, namun hanya digunakan dalam kesempatan tertentu seperti pakian perkawainan, tarian, dan upacara potong gigi. Jarang digunakan sebagai fashion sehari-hari, karena harganya yang mahal dan kurang nyaman dipakai. Namun setelah kemerdekaan dengan tersedianya bahan-bahan berupa benang dengan berbagai kwalitas dan warna, desain dan songket juga mengalami perubahan dan lebih cantik penampilannya. Wajahnya yang baru ini jauh lebih nayaman dipakai karena menggunakan benang kapas atau nilon. Kain tenun songket yang ditenun dengan benang produksi bau ini justru lebih nyaman dipakai sehingga menjadi fashin sehari-hari tidak terbatas hanya pada kegiatan atau upacara khusus, akan tetapi akan digunakan untuk setiap penampilan yang menggunakan pakaian adat Bali. Pakain traditional Bali ini ini bukan saja dipakai waktu upacara agama Hindu, akan tetapi dalam kegiatan resmi tertentu yang memerlukan pakaian tradisional. Orang Bali merasa bersukur karena walaupun sudah mendapatkan pengaruh Hindu maupun Budha masih tetap bisa mempertahankan pakain aslinya sebagai kepribadian yang tidak meniru-niru pakain India.