PASAR TRADITIONAL

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah
PASAR TERBAKAR TOTAL AWAL MARET 2016 SEHINGGA TIDAK LAYAK UNTUK KUNJUNGAN WISATA

Pasar BadungSetiap masyarakat kepulauan di Indonesia mengembngkan bentuk pasarnya sendiri dari jaman kuno sampai sekarang kita masih bisa melihat tanda-tanda tersebut, setelah datangnya pengaruh Hindu dirubahlah jadualnya misalnya 3 hari sekali sehingga memberikan kepastian kepada pedagang dan pembeli untuk melakukan pertemuan. Dengan adanya jadual ini juga para produsen dan konsumen bisa mengatur atau mempersiapkan produksinya dengan pas, berbeda dengan masyarakat yang tidak kena pngaruh kebudayaan Hindu bisa dilihat di Indonesia bagian timur pasarnya sepanjang hari, bulan dan tahun. Namun dalam perkembangan transportasi dan komunikasi yang sudah mapan tentunya tidak diperlukan lagi pengaturan jadual seperti Jaman Hindu dulu. Kehidupan ekonomi di masa lampau sangat ditentukan oleh keamanan sebuah wilayah, sehingga raja-raja sering membangun pasar dekat istana misalnya di samping alun-alun istana. Ini hampir sama di setiap ibukota kerajaan yang kena pengaruh Hindu.

Bali juga memiliki 9 kerajaan sampai jaman kemerdekaan 1945. Salah satunya adalah pasar tradisional yang bangunan dan penataannya sudah dibuat lebih mencerminkan management modern. Pasar ini berada persis di sebelah barat alun-alun istana raja Badung, tepatnya sekarang berada di sebelah selatan Jl. Gajah Mada Denpasar atau peris berada di tengah-tengah kota Denpasar sekarang ini. Walaupun sebenarnya pasar ini sudah bukan lagi milik kabupaten Badung karena kota Denpasar ditingkatkan statusnya menjadi kabupaten kota, namun pasar ini tetap bernama pasar Badung. Banyak sekali wisatawan asing yang ingin berkunjung ke pasar ini setelah membaca tentang tulisan yang dibuat oleh para penulis perjalanan. Seperti namanya pasar tradisional akan sama di manapun di Indonesia, hanya saja masing-masing akan mencerminkan sejauh mana masyarakat yang mendukung pasar tersebut kreatif, atau pengaruh terbesar apa sebenarnya yang mengatur kehidupan masyarakat, akan dapat dilihat pada pasar tradisional ini. Karena semakin banyak barang tertentu yang ditawarkan di pasar tersebut tentu ini merupakan cermin dari kegiatan masyarakatnya. Kalau dilihat di pasar Badung maka kita akan melihat bagian terbesar di lantai 3 adalah alat-alat upakara atau ritual agama Hindu. Sedangkan lantai 1 kebutuhan sehari-hari yang cepat rusak seperti sayur, buah, dan berbagai bahan bumbu-bumbuan, di lantai 2 bahan kebutuhan sehari-hari yang lebih tahan lama termasuk juga pakaian, alat-alat dapur, dan sebagainya.

Tempat parkir pasar ini sekarang sudah ditata dengan baik dan cukup lebar, akan tetapi pagi sampai jam 10 sangat sulit masuk ke pasar ini karena banyaknya pedagang yang drop dan angkut barang, demikian juga menjelang hari-hari terentu Hindu bisa satu hari penuh sulit masuk, oleh karena itu wisatawan harus memastikan bahwa jadual kunjungannya tidak bersamaan dengan hari-hari atau jam-jam tersebut. Melihat pasar tradisional di Bali di manapun tidak lepas dari produk-peroduk kesenian tradisional, dan nampaknya ini juga yang manarik minat wisatawan asing untuk mengunjungi pasar Badung.

Pura Guwa LawahPura Kehen
pura PenulisanPura Sebatu
Ulun DanuTanah Lot