GARUDA WISHNU KENCANA

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Pada awalnya GWK ini sangat populer di kalangan wisatawan Nusantara, namun belakangan karena tiket masuknya yang sangat mahal, maka wisatawan mulai mencaritahu secara mendetail tentang fakta dari GWK ini. Hal ini menyebabkan tidak banyak wisatawan domestik yang tertarik lagi untuk mengunjungi obyek ini. Mereka lebih memilih tempat-tempat seniman di daerah aslinya, karena di GWK juga menawarkan daya tarik kesenian, sedangkan patung Wisnunya tidaklah istimewa baik dari desain maupun ukuran. Untuk melihat paket-paket tour yang menawarkan kunjungan ke GWK silahkan klik Paket Tour Bali

Garuda Wisnu Kencana disingkat GWK, sangat disayangkan yang awalnya demikian populer di kalangan wisatawan Nusantara namun sekarang merosok peminatnya, yang lokasinya di sebuah bukit di daerah Pecatu di atas sebuah bukit kapur lime stone yang ditata menjadi sebuah bangunan pameran, ruang pertemuan atau even tertentu. Lokasi ini sekitar 20 km dari kota Denpasar, atau hanya 12 km dari airport Ngurah Rai.

Selama ini yang telihat GWK dipakai untuk menampung kegiatan kesenian yang mempunyai peserta dalam jumlah besar. Sedangkan nama GWK itu diambil dari sebuah patung perunggu yang dipasang di latar belakang bangunan dengan bentuk muka seperti Negro, bukan muka Wisnu India atau muka Indonesia, dan patungnya tidaklah tinggi, tapi untuk ukurang patung-patung tradisonal Bali ukuran Wisnu ini sangat besar.

Menyewakan ruang Even
Punya amphi teater untuk 800 tempat duduk cocok untuk segala kegiatan, dan tempat yang bernama. Ada juga yang diseut street teater yang menyerupai sebuah kampung untuk kegiatan prosesi yang nantinya disaksikan oleh toko-toko suvenir, restoran, dan massage spa yang berjejer di pinggirnya. Lotus Pond bisa menampung 7.500 orang akan tetapi tidak ada atap, sehingga jika hujan tidak akan bisa melakukan kegiatan. Taman Indraloka dengan pemandangan ke Teluk Jimbaran, cukup indah bentuknya seperti lapangan tapi agak sempit. Ruang pameran punya bangunan bernama Balairung Dewi Sri disewakan untuk kegiatan dalam ruangan seperti pameran, Tirata Agung adalah sisa-sasa padas yang tinggi dipakai untuk kegiatan outdoor. Kelihatan seperti cocok untuk panjat tebing.

Mungkin yang menarik untuk kita lihat ketika mengunjungi GWK adalah tari tradisional Bali yaitu Kecak dan Ballet Ramayana. Berhubung karcis masuknya sekarang cukup mahal, sebelum memutuskan untuk memasukkan GWK ke dalam daftar perjalanannya disarankan untuk konsultasi secara lengkap lebih dulu. Harga tiket masuk sangat mahal Rp 50.000 per orang, walaupun mereka kerjasama dengan ASITA akan tetapi tidak banyak dapat diskon.


Sangehpantai Padang-padang
PetuluTulamben
CandidasaMertasari