TAMAN UJUNG

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Salah satu kerajaan di Bali yang dipimpin oleh seorang raja amat suka membuat taman seperti Jogyakarta adalah raja Karangasem. Karangasem pernah menguasai Lombok, sehingga di Lombokpun ditemukan taman yang didirikan oleh kerajaan yang sama. Di Bali ada 2 taman yang didirikan yaitu Tirta Gangga dan Taman Ujung yang nama sebenarnya adalah Taman Sukasada. Lokasi taman Ujung ini dari Denpasar sekitar 89 km dan sekitar 2 km dari pusat kota Amlapura. Sesuai dengan namanya taman, maka penataan kolam bangunan kebun dan land zoning sangat cantik, dan menarik setiap orang untuk berada di tengah-tengah taman tersebut.

Taman Ujung Karangasem

Sejarah Taman

Pada tahun 1901 kerajaan dikatakan membangun sebuah kolam yang bernama kolam Dirah, oleh Raja waktu itu I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anglurah Karangasem dirubah menjadi sebuah taman dengan wilayah yang mencapai 400 hektar dengan arsitek seorang Belanda beranama van Den Hertz dan seorang Cina bernama Lo To Ang. Pembangunan diselesaikan pada tahun 1921. Pada tahun 1937 taman ini diresmikan dengan pendirian sebuah prasasti dalam huruf latin dengan bahasa Bali dan Melayu. Sehingga taman ini merupakan milik pribadi dari istana Amlapura, namun pengunjung diperbolehkan masuk.

Setelah kemerdekaan ada peraturan yang disebut dengan Land Form, artinya penataan kembali kepemilikan tanah, sehingga dari 400 hektar tersebut terpaksa dibagi-bagikan kepada para petani di sekitarnya, dan wilayah taman masih sekitar 10 hektar. Keseluruhan taman mempunyai beberapa kolam yang ukurannya sama luas, dan tempat pakir. Pintu gerbang utama dari taman ini adalah di bagian barat yang dikenal dengan nama Bale Kapal karena dulunya dibuat berbentuk kapal. Di tengah-tengah kolam ada bangunan seperti balai mengambang yang disebut dengan balai Gili. Jadi penamaan gili ini mungkin diilhami oleh beberapa pulau kecil yang sangat indah di sebelah barat pulau Lombok.

Taman Ujung Karangasem

Taman dan Kerjaan Karangasem

Pada masa kejayaan kerjaan Karangasem banyak pasukannya dari Sulawesi, khususnya untuk di laut, sehingga raja membuatkan mesjid yang sekarang berada dekat taman Ujung ini. Mesjid ini terpelihara dengan baik, sehingga masih bisa digunakan untuk sembahyang, karena beberapa dari masyarakat Sulawesi ada yang menetap di lingkungan tersebut.

Status Taman

Tahun 1963 waktu gunung Agung meletus banyak bagian dari taman ini rusak, dan gempa bumi tahun 1979 juga menyebabkan banyak kerusakan. Tahun 1994 pemerintah melalui dinas Kebudayaan melakukan inventarisasi kerusakan dan dilakukan beberapa perbaikan. Tahun 1999 Bank Dunia memberikan bantuan mulai dari melakukan studi konservasi yang dilakukan oleh CHC ( culture heritage conservation ) sampai akhirnya tahun 2002 direkonstruksilah pagar, gerbang, dan kolam. Tahun 2003 dilanjutkan dengan renovasi Bale Warak, Bale Gili, Bale Kambang, Bale Lanjut, Bale Kapal, dan beberapa bangunan lainnya. Seluruh kegiatan renovasi ini selesai 7 Juli 2004 dengan beaya 10 miliar rupiah, dan Gubernur Bali meresmikan Taman Ujung sebagai salah satu obyek wisata.

Mulai 2015 ini taman ini dikomersialkan dengan harga tiket masuk sangat mahal Rp 35.000 per orang sama dengan Kintamani, Pura Batur dan Pura Kehen di Kabupaten Bangli. Jadi terserah anda apakah mau melihat tempat itu atau tidak.


Sangehpantai Padang-padang
PetuluTulamben
CandidasaMertasari