SINYALEMEN CAFE PLUS

profilekomunikasipaketkontak

paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Tahun 1990an ramai di internet orang yang tidak suka kepada Bali atau karena dalih kesucian agama menulis bahwa Bali itu adalah tempat maksiat. Penulis tidak perlu menyebutkan di sini situs-situt stersebut karena sudah hampir semuanya dirabas oleh yang berwenang, kecuali masih ada beberapa forum yang menjadi tempat bagi mereka untuk mengungkapkan pendapat pribadi atau mungkin juga kelompoknya. Yang paling banyak mereka tulis adalah tentang adanya Cafe Plus di dalam kota Kuta, Legian dan Sanur. Mereka nampaknya hanya mendengar cerita dari orang lain atau mengarang bahwa wilayah-wilayah kota di atas penuh dengan cafe plus yang merupakan tempat maksiat yang patut diberantas karena telah menodai kehidupan keagamaan.

Apakah sebenarnya yang mereka sebut sebagai cafe plus? Setelah penulis mendengar cerita-cerita orang per orang, dan membaca banyak tentang tulisan-tulisan yang menyangkut masalah tersebut ternyata yang dimasksud adalah adanya service tambahan oleh para wanita panggilan. Artinya sebuah Cafe yang intinya menjual minuman dan snacks ringan juga secara diam-diam menyiapkan cewek-cewek panggilan yang katanya bisa transaksi di cafe tersebut. Wanita-wanita yang bisa dipesan tersebut adalah justru pelayan-pelayan di cafe tersebut demikian dilansir. Jadi komplitlah bahwa sebuah usaha yang bernama cafe sudah langsung dicap tempat maksiat, patut dihukum berdasarkan kaidah agama.

Jika para penulis tersebut di atas benar-benar melihat di lapangan maka sinyalemen mereka benar-benar tidak berdasar. Cafe-cafe yang ada di daerah wisata Bali merupakan cafe-cafe berklas internasional tidak ada kegiatan-kegiatan mesum seperti yang dituduhkan atau melanggar hak orang per orangan. Adanya kegiatan minum-minum santai dan bercengkrama dengan sesama adalah suatu kegiatan yang biasa dan tetap terbatas kepada perkenalan atau hanya sekedar mencari keramaian pergaulan, karena pada intinya mereka juga datang bersama pasangan-pasangan resminya. Penulis selama 3 bulan menjadi tour guide dan keluar-masuk cafe-cafe modern tersebut tanpa melihat adanya tanda-tanda tersebut. Suatu contoh Sari Club yang mereka bom tahun 2002 adalah sebuah restoran yang sangat terkenal dan ada ruang karaokenya. Kebanyakan mrfeka yang datang ke Sari Club tersebut adalah keluarga yang berulang tahun, atau honeymoon.

Saya pernah dengar akan tetapi tidak pernah memasuki sebuah rumah-rumah yang dicurigai sebagai tempat atau sarang dari wanita panggilan baik di Kuta, Sanur maupun kota Denpasar, karena tempat-tempat seperti itu sangat jarang dan ada rasa malu juga menanyakan di mana tempatnya. Hal ini terjadi karena para tokoh agama tidak mau mengakui adanya pelacuran seperti itu sehingga aktivitas sex ini tersembunyi-tersembunyi, sulit dideteksi, dan bisa jadi akan digunakan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Profile - Kontak - Isi - Formalitas - Cafe - Club Malam - Disko - Gigolo - Kehidupan Malam - Panti Pijat - PSK - Sex - Tari Telanjang