BERITA GIGOLO

profilekomunikasipaketkontak

paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Tahun 2009 pemerintah provinsi Bali seperti kebakaran jenggot dibuat oleh sebuah majalah ternama yang terbit di Thailand menceritakan gigolo yang berkeliaran di pantai-pantai obyek wisata yang oleh penulisnya disebut sebagai "cowboy in paradise". Hal ini tentu saja sangat mengejutkan, karena kalau itu persoalan yang tidak umum atau merupakan ekses kita orang Bali sebenarnya sudah tahu sejak lama, karena jumlahnya sangat sedikit dan tidak merupakan pencaharian tetap, hanya orang-orang tertentu yang kebetulan ketemu wanita asing kesepian. Tidak ada kelompok atau profesi nyata yang bisa ditemukan di lapangan yang bisa dikatakan sebagai katagori penjaja cinta seperti di kota-kota lain di Jawa. Kemungkinan penulis pada majalah ini menemukan seseorang yang bergelayutan di pantai tanpa pekerjaan tetap dan orang-orang semacam ini disinyalir mulai keberadaannya lebih kelihatan sejak tahun 2002an ketika ekonomi mulai merosot.

Sampai tahun 2002an ketika ekonomi Bali masih luar biasa besarnya, atau sebelum Bali dibom jumlah pekerjaan di Bali tumbuh sedemikian besar dan melebihi kapasitas tenaga kerja. Oleh karena itu siapa saja yang datang ke Bali walaupun tanpa pendidikan sekalipun bisa tertampung oleh bursa kerja. Namun sejak bom pertama hampir 50% produksi pekerjaan hilang, khususnya di bidang consumer goods atau barang. Lusinan truk per hari yang mengangkut produksi berbagai barang tujuan ekspor yang pusat penjualannya dan prosedur eksportnya di Bali menjadi mandeg, barang-barang tersebut berupa berbagai kerajinan moulding kayu, kerajinan bubut kayu, patung tradisi, kerajinan garment, ratusan jenis anyaman, kerajinan mas dan perak, dekorasi interior dan eksterior, mebel besar atau kecil, kerajinan antik, dan masih ada ratusan jenis produksi rakyat yang etalasenya ada di Bali. Barang-barang ini bukan saja dari Jawa, akan tetapi dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai Papua, khususnya kerajinan patung Asmat.

Dampak dari kemerosotan ekonomi ini menciptakan demikian banyak pengangguran bukan saja penduduk yang dari luar Bali tanpa dibekali ketrampilan bahkan orang Bali sendiri yang punya ketrampilan tinggi banyak yang menganggur, bahkan banyak mereka yang hijrah ke luar negeri mencari pekerjaan khususnya ke restoran-restoran, hotel, kapal cruise, dan sebagainya. Di Bali sendiri timbul ekses yang tak terbayangkan seperti adanya sinyalemen penjaja cinta pria atau dikenal sebagai gigolo tanpa peduli tentang demikian derasnya arus berita mengenai merebaknya HIV/AIDS. Jadi Bali sendiri tidak bisa disalahkan hanya karena adanya segilintir orang menjadi penjaja cinta atau gigolo. Pertambahan penduduk yang demikian besar dalam waktu cepat merupakan agen tak terbantahkan atau meminjam istilah teknologi komputer merupakan default dari penyimpangan-penyimpangan sosial.

Profile - Kontak - Isi - Formalitas - Cafe - Club Malam - Disko - Gigolo - Kehidupan Malam - Panti Pijat - PSK - Sex - Tari Telanjang