BETUTU CRISPY

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Selama ini wisatawan mengunjungi Bali karena dikenal dengan keunikan tradisinya, keindahan alam, dan penduduknya yang ramah dan terbuka atau bisa hidup dengan perbedaan tradisi baik itu tradisi berupa agama, bahasa, dan berbagai perbedaan lainnya. Hal kedua yang menarik adalah kemajuan di bidang keseniannya baik seni tari, musik, ukir dan gambar. Alam Bali juga tidak kalah menarik, karena adanya usaha pelestarian yang dilakukan secara turun termurun dengan memberikan nafas magis, dengan cara yang sama diterapkan pada pelestarian warisan sejarah kebudayaan. Pada awalnya inilah yang merupakan daya tarik menonjol di bidang kepariwisataan Bali. Namun setelah Bali dikenal luas, ternyata di bidang kuliner atau culinary Bali ternyata menyumbangkan kosa kata yang begitu populer seperti betutu, guling, dan lawar. Salah satunya adalah variasi masakan betutu yang sangat renyah sudah terkenal di seluruh dunia yang disebut crispy duck.

Crispy Duck Bali

Asal Betutu

Bagaimana masyarakat Bali pada awalnya menemukan konsep memasak daging untuk menciptakan betutu ini, tidak ada yang tahu persis, akan tetapi banyak orang beranggapan bahwa itu berasal dari kenyataan bahwa daging bebek yang keras dan kenyal tidak mudah untuk dimakan, akan tetapi di Bali demikian banyak bebek yang dipelihara karena diperlukan telurnya. Ada kelompok masyarakat Bali yang tidak makan daging babi, dan ada juga yang tidak makan daging sapi oleh karena kepercayaan misalnya golonan brahmana. Jadinya golongan ini hanya punya pilihan ayam atau bebek saja. Rasa daging bebek oleh masyarakat Bali dianggap lebih enak dari daging ayam sebelum dikenal ayam pedaging broiler atau leghorn. Oleh karena itu ada usaha di kalangan masyarakat untuk menjadikan daging bebek ini lebih empuk dengan berbagai cara. Usaha ini nampaknya membawa suatu hasil yaitu masakan yang bernama betutu.

Pada pandangan sekarang ini cara memasak betutu ini memakan beaya dan waktu yang besar, tidak seperti di masa lampau ketika kayu api dan waktu masyarakat demikian melimpah yang hampir tidak ada harganya. Kondisi masyarakat yang masih gotong royong dan tidak berorientasi kepada uang. Hubungan kekerabatan yang masih demikian dekat dan akrab. Dalam keadaan masyarakat seperti ini sebenarnya sangat mudah untuk berbuat sesuatu tanpa memerlukan beaya, walaupun sebenarnya keunggulan pribadi tidak akan pernah ada. Setiap penemuan adalah milik bersama, sehingga sebuah hasil karya tidak jelas siapa yang menemukan. Sebenarnya hal ini mudah ditiru oleh masyarakat lain dan bahkan mengakuinya sebagai milik sendiri.

Memasak Betutu

Cara memasaknya adalah dengan memberikan bumbu Bali sesuai dengan selera kemudin dibungkus dengan kelopak kelapa atau pinang yang di Bali dikenal bernama upih. Daging bebek yang sudah dibungkus itu lalu ditanam dalam abu yang sudah disiapkan sebelumnya. Abunya harus cukup tebal sehingga tidak cepat terbakar sebelum masak. Di atas abu tersebutlah dihidupkan api yang cukup lama dan menghabiskan banyak kayu api atau sekam. Pada umumnya perlu waktu 2 hari untuk terus menerus menghidupkan api di atas bungkusan bebek tersebut. Proses memasak ini dalam bahasa Bali dikenal dengan tambus. Banyak makanan yang dimasak dengan cara ini hasilnya sangat enak seperti pesan, ketela, talas, dan sebagainya. Untuk menghasilkan betutu renyak diperlukan lagi proses yang lebih lama yaitu dengan memanggang sampai kering atau ada juga yang menggorengnya agar lebih cepat. Rasanya memang luar biasa, hampir seluruh bagian daging merasa bumbu yang diberikan. Namun sekararang orang banyak membuat betutu ini dengn panci presto yang bisa masak dalam hitungan jam. Namun rasanya jauh sekali berbeda walaupun diberikan bumbu yang sama.