MASAKAN HALAL

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa kalau liburan di Bali akan sulit sekali mencari restoran atau masakan halal, karena di Bali penduduknya sebagian besar adalah non Muslim. Tidak bisa kita menyalahkan mereka yang khawatir seperti itu, karena kehidupan keagamaan baginya adalah penting, karena akan berbeda dengan mereka yang pengetahuannya sudah sangat luas dan mendalam di bidang sosial, kebudayaan dan alam. Masakan halal adalah syarat pokok bagi mereka yang menganut Islam sebagai kepercayaan dalam hidup, dan jangan salah dalam agama Hindu juga ada kepercayaan seperti itu. Ada kelompok masyarakat atau golongan tertentu yang tidak makan babi dan ada pula yang tidak makan daging sapi. Mereka ini sangat disiplin dalam melaksanakan ajaran tersebut. Untungnya dalam Hindu hal-hal seperti ini dikembalikan kepada manusianya untuk memilih berdasarkan pengetahuan yang sudah dicapai. Jadi tidak ada paksaan ataupun perasaan akan adanya hukuman akhirat, hanya subuah guidance yang tak perlu dibuktikan bahwa itu akan memperbaiki posisinya sebagai manusia.

Retoran Masakan Halal

Sudah ada kejalasan bahwa yang dimaksud dengan makanan halal adalah yang tidak mengandung atau tidak ada bekas daging babi. Oleh karena itu setitik pun daging, atau minyak yang berasal dari babi adalah haram atau kotor atau najis, menjijikan dan semua kata yang bisa menggambarkan kejelekan babi tersebut. Oleh karena itu manusia agar tidak tercemar dengan kejelekan babi tersebut disarankan janganlah makan babi. Bahkan untuk memperkuat kepercayaan ini di daerah dibangun sebuah cerita bahwa kalau makan babi akan menimbulkan penyakit, dan mungkin kematian. Tradisi memperkuat kepercayaan ini juga dikenal di Bali seperti membuat sebuah mitos tentang sebuah pura yang ada peninggalan benda bernilai sejarah, dan bahkan didirikan sebuah pura, sehingga masyarakat yang kurang pendidikannya bisa menaati dan tidak merusak peninggalan tersebut. Sebenarnya cara ini sangat efektif untuk menjaga kedisiplinan.

Diet Orang Bali

Walaupun di Bali sedikit masyarakat yng memeluk agama Islam akan tetapi dalam hal makanan di antara orang Bali juga terbiasa untuk memisahkan antara makanan yang bercampur dengan daging babi atau bekas babi dengan makanan yang non babi. Dalam sebuah ritual agama Hindu sebagi contoh baik itu resepsi perkawinan, ngaben, ulang tahun, dan sebaghainya pasti ada pemisahan untuk dua jenis masakan ini, karena seperti disebutkan di atas, ada orang yang bisa makan babi dan ada juga yang berpantang. Hal ini bukan saja di daerah perkotaan, akan tetapi sampai de daerah-daerah pedesaan yang jauh di pegunungan, apalagi pada masa sekarang ini komunikasi dan transportasi yang demikian lancar, seolah-olah tidak ada perbedaan antara kota dan pedesaan. Apa yang anda lihat di pedesaan di Bali akan mencerminkan kehidupan perkotaan, hanya saja dalam kehidupan keagamaan belum ada perubahan, masih banyak yang berbais mitologi yang dikawatirkan di masa mendatang menimbulkan apatisme, dan kehancuran organisasi adat. Pada hal organisasi adat ini di Bali fungsinya dalam membangun dalam segala bidang sebenarnya sangat vital dan sepertinya alat yang sudah siap pakai.

Jenis Masakan Restoran Bali

Hampir semua restoran di Bali mempunyai 3 jenis masakan yaitu vegetarian umum, non babi dan dengan babi. Apalagi restoran yang penyajian makanannya dengan prasmanan, maka jenis-jenis masakan disiapkan dan dihidangkan secara terpisah, sehingga bisa dipilih. Sebuah restoran yang menyediakan masakan dengan prasmanan bisa terdiri dari 7 sampai 10 jenis masakan yang bisa dipilih. Apalagi kalau yang menawarkan set menu atau a la carte, kita tinggal memilih dan meminta cara masaknya, jadi sebenarnya tidak ada kekhawatiran akan non halal dan halal, banyak pilihan yang bisa ditemukan. Di obyek-obyek wisata yang ramai kunjungan seperti Kintamani, Bedugul, Tanah Lot, Besakih, dan sebagainya bisa ditemukan restoran yang menyajikan masakan dengan prasmanan, dan di tempat-tempat kunjungan yang sedikit tamunya bisa ditemukan restoran yang menawarkan masakan dengan set menu atau a la carte, sehingga mereka tidak rugi memasak banyak, kecuali ada order yng sudah pasti dari pengelola perjalanan wisata.