MASAKAN JAWA

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Masakan yang dikatakan Jawa ada beberapa jenis seperti khas Jogyakarta, Jawa Timur dan beberapa kreasi yang diciptakan dalam sejarah kedubayaan Jawa sendiri. Secara umum masakan Jawa dikatakan bersifar manis apapun bentuk kreasi dari masakan yang dibuat, kurang menekankan rasa pedas dan asin. Yang khas adakah masakan yang disebut gudeg yang khusus dulunya ada di kota Jogyakarta, sebagai pusat dari kebudayaan masyarakat Jawa. Karena sejak abad ke-17 praktis masyarakat Jawa menganut Islam, maka keagamaan ini juga memberikan pengaruh kepada jenis dari kuliner mereka. Tidak banyak yang bisa ditampilkan dari jenis masakan Jawa yang pbisa dikatakan mempunyai nilai unik atau khas baik dalam penampilan maupun bahan dasar dalam hal makanan pokok, kecuali yang berupa makanan ringan atau snak.

Bahan Pokok Masakan Jawa

Bahan masakan pokok dari masakan Jawa sebenarnya sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia, hanya saja jenis pengolahan dan jenis kreasinya yang berbeda. Sama juga dengan daerah lain, bahwa bahan pokok untuk masak adalah beras, sayur, daging non babi atau disebut halal, dan berbagai jenis ikan. Sebagai masyarakat yang menganut tradisi halal tentu ada keterbatasan dalam kreasi sehingga lebih banyak perpijak kepada jenis halal. Dengan demikian masyarakat Jawa banyak mengkonsumsi daging kambing seperti di Arab, sapi, ayam dan berbagai jenis ikan. Salah satu kreasinya yang dikenal di seluruh Indonesia adalah bakso atau bak wan. Mungkin jenis masakan ini berasal dari Cina sesuai dengan namanya, sedangkan dipopulerkan oleh masyarakat Jawa.

Masakan Jawa di Bali

Karena masyarakat Jawa banyak yang berada di daerah luar Jawa, misalnya di Bali, maka di Bali juga bisa ditemukan masakan Jawa. Ada beberapa restoran Jawa yang agak besar dan layak untuk ditawarkan kepada wisatawan manca Negara. Restoran ini berada di lingkungan kota Denpasar, Kuta, dan Nusa Dua. Namun sekarang ini tidak banyak perbedaan yang terlihat atau dirasakan antara masakan Jawa dengan masakan nasional yang telah mendapatkan berbagai pengaruh baik lokal maupun luar negeri. Restoran seperti Prambanan, Madania, Andika, dan sebagainya dasarnya adalah masakan Jawa yang sudah bekembang dan mendapat berbagai pengaruh tradisi lain. Namun sifatnya masih bisa dirasakan sebagai masakan Jawa. Sebenarnya dalam bentuk warung makan kecil-kecil sangat banyak terdapat masakan Jawa misalnya di stasiun-stasiun, pasar, dan tempat-tempat keramaian lainnya.

Masakan khas Jawa yang bernama gudeg hampir tidak bisa ditemukan di Bali. Kemungkinan masyarakat Bali kurang menyukai jenis masakan ini, atau lebih suka dengan masakannya sendiri dengan bahan yang sama akan tetapi hasil yang berbeda, yaitu berbahan buah nangka muda.