MASAK LAWAR

profilekomunikasipaketkontak
paket tour 2 malam paket tour 3 malam paket tour 4 malam
Paket Tour Murah

Salah satu masakan tradisional Bali yang dikenal luas di manca negara adalah lawar, apakah sebenarnya lawar tersebut, secara sederhana bisa dikatakan lawar itu adalah sayur berbahan utamanya kelapa, kacang-kacangan, sayur dedaunan, dan buah nangka muda. Namun cara dan proses membuatnya yang tidak sesederhana membuat sayur. Dalam kenyataan ada lawar yang sama sekali tanpa daging dan ada juga yang diberikan daging, demikian juga jenis daging tidak hanya terbatas hanya satu jenis daging saja. Demikian juga dalam kenyataan tidak hanya ada satu atau dua jenis lawar, tetapi ada banyak jenis, misalnya lawar merah, lawar putih, dan nama-nama sesuai dengan bahan pokoknya seperti lawar nangka, lawar buah kacang, dan sebagainya, yang hampir segala jenis sayur bisa dipakai menjadi bahan lawar, dan segala jenis buah yang biasa dipakai sayur juga bisa dijadikan lawar.

Lawar Bali

Bahan Lawar

Di samping lawar yang berbahan pokok sayur dan buah, yang berbahan pokok daging ada juga seperti lawar ayam, lawar babi, sapi dan sebagainya. Yang sangat terkenal adalah lawar kulit babi yang diiris-iris tipis dicampur dengan sedikit parutan kelapa yang tipis lebar yang di Bali dikenal dengan irisan gobed. Campurn ini masih ditambah dengan irisan tipis-tipis buah nangka muda atau pepaya muda atau buah kacang muda. Yang agak rumit adalah pembuatan bumbunya, karena ada yang dihancurkan pakai pengayak dan ada yang diiris tipis-tipis seperti bawang merah, bawang putih dan cabainya lalu digoreng yang disebut emba. Bumbu lainnya yang merupakan berbagai campuran rempah-rempah dihancurkan kemudian dicampur daging halus dimasak dengan air sampai airnya habis kemudian digoreng lagi, barulah dipakai untuk mencampur bahan lawar tersebut. Kelapanya sebelum diparut ada yang suka dibakar dulu dan ada yang tidak, karena banyak yang beranggapan dengan dibakar akan menimbulkan bau harum atau gurih.

Asal Lawar

Lawar merah dan lawar putih itu adalah bahan untuk ritual yang kemungkinan besar adalah pengaruh dari Tantrayana, karena lawar merah tersebut dibuat dari darah hewan yang dipotong, akan tetapi tidak untuk dimakan. Sedangkan lawar putihnya biasa disantap oleh masyarakat karena jenis lawar ini sebagian besar bahannya adalah kelapa yang diparut dicampur dengan irisan halus daging dan diolah sebagaimana membuat lawar yang dikenal sekarang. Kemungkinan besar asal-usul dari masakan lawar ini adalah pembuatan bahan ritual ini. Pembuatan masakan untuk ritual ini di samping lawar tadi masih ada beberapa lagi, akan tetapi karena rumit tidak dijadikan masakan harian oleh masyarakat, dan hanya orang yang suka mengerjakan itu saja yang mengetahui.

Lawar di Masa Lampau

Di masa lampau pada waktu hari-hari besar keagamaan hampir semua keluarga Bali membuat masakan lawar ini dalam jumlah yang banyak. Setelah masak maka tetangga juga akan diberikan sebagai rasa persaudaraan yang disebut dengan jotan. Demikian juga tetangga akan menyampaikan jotan ini setelah mereka selesai masak, sehingga ada suasana saling memberikan jotan. Sekarang ini kegiatan ini sudah agak jarang khususnya di daerah yang sudah kena pengaruh kehidupan perkotaan. Di daerah-daerah semacam ini pembuatan lawar dalam segala bentuk sudah pindah ke warung makan atau jasa catering. Jadi lawar sudah berkembang sebagai produksi komoditi dari sebuah produksi untuk merekatkan gotong royong masyarakat tradisional.

Demikianlah lawar sebagai elemen culinary Bali telah menempuh sejarah dari sebuah tempat yang tidak ada apa-apanya menjadi dikenal di seluruh dunia, walaupun sebenarnya lawar itu sendiri secara sederhana adalah sebuah olahan sayur. Sebuah olahan sayur namun memerlukan sedikit usaha lebih untuk menjadikannnya spesial dengan rasa yang lain dari sayurnya itu sendiri, dan sudah membawa bukan saja nama Bali, akan tetapi nama Indonesia manjadi dikenal di manca negara.